Kelompok 10
Nama : yurina safitri
Farah zayani
1.
Rangkuman ICT/TIK (Informasi, Comunication, Technologi )
Ø Teknologi
adalah pengembangan atau aplikasi dari alat, mesin, dan sebuah proses yang
menolong manusia .
Ø Informasi yaitu
hasil dari proses memanipulasi dan pengorganisasian dari data – data yang
memberikan nilai pengetahuan.
Ø Komunikasi
adalah proses penyampaian sebuah informasi dari satu pihak kepada pihak yang
lainnya agar terjadinya hubungan saling mempengaruhi atau hubungan timbal balik.
Ø TIK adalah
sebuah media atau alat bantu yang di gunakan untuk mentransfer data, baik untuk
memperoleh data/informasi ataupun memberikan informasi kepada orang lain dan
dapat digunakan sebagai alat berkomunikasi baik satu arah maupun dua arah.
Ø Komponen TIK terbagi
menjadi 3, yaitu :
·
Hardware merupakan peralatan fisik ataupun perangkat keras dari
sebuah computer yang dapat kita rasakan dan lihat. Hardware terdiri dari :
-
Input (masukan) merupakan sebuah media untuk memasukkan data dari
luar kedalam suatu memori dan processor untuk di olah agar
mendapatkan/menghasilkan informasi yang di perlukan. Contohnya, keyboard,
mouse, joystick, track ball, digitizer, voice recognition, kamera, scanner, dan
mic ( microphone )
-
Prosesing adalah tahap pengolahan data-data yang telah dimasukkan
dalam operasi input. Contohnya, Cpu, Motherboard, processor, RAM ( Random
Access Memory ), ROM ( Read Only Memory ), VGA card (Video Graphics Accelerator), LAN card (Local
Area Network), CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor ), harddisk,
CD/DVD ROM, floppy disk, dan power
supply.
-
Output adalah perangkat yg mengeluarkan data, program, atau yang
lain sebagainya. Contohnya, Monitor, LCD proyektor, printer, speaker,
·
Software adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur
oleh computer. Data elektronik yang disimpan oleh computer dapat berupa program
atau intruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Jenis – jenis software atau
perangkat lunak , yaitu :
-
Software berbayar adalah perangkat lunak yang didistribusikan untuk
tujuan komersil. Contohnya, system Microsoft windows, Microsoft office, adobe
photoshop.
-
Freeware yaitu perangkat lunak computer yang berhak cipta gratis
dan dapat digunakan tanpa batasan waktu.berbeda dengan shareware yg
mengharuskan penggunanya untuk membayar. Contohnya, suite browser, mail client,
dan Mozilla news.
-
Free software dan Shareware
v Free software
lebih mengarah bebas penggunaannya tapi tidak harus gratis
v Shareware juga
gratis tapi lebih batasi untuk waktu tertentu
·
Brainware diartikan sebagai otak atau perangkat intelektualyang
mengoperasikan dan mengeksplorasi kemampuan dari hardware computer maupun
software computer. Contohnya, progrtammer, designer grafis, technical support,
web designer, operator, tutor/guru/dosen,
2.
Permasalahan Pada Jaringan Komputer
Diposkan oleh yoga pasti di 21.43 Ada banyak jenis
masalah jaringan yang dapat menyebabkan gangguan pada sebuahkomputer, gangguan
jaringan local, sampai gangguan padakoneksi jaringan globalbisnisdalam
corporate anda. Masalah jaringan karena kegagalan kabel jaringanYang ini
merupakan masalah jaringan yang umum kita temui akibat putusnyakabel jaringan
yang bisa mempengaruhi kinerja sebuah komputer dalam jaringan karena putusnya
kabel patch anda karena digigit tikus; masalah jaringan yang berdampak pada
satu blok gedungkarena putusnya kabel antar switch (uplink cable); atau bahkan
berdampak pada sebagian besar komputer dalam jaringan lan anda karena kegagalan
backbone cable.Masalah jaringan yang berdampak pada sebuah komputer saja
mungkin bukan masalah besar kecuali itu komputer sang jendral or sang direktur
anda. Tapi masalah jaringan yang berdampak pada jaringan lan anda secara
keseluruhan atau bahkan berdampak secara globaldalam bisinis corporate anda
bisa membuat keringat dingin anda keluar deras.
Dalam systeminfrastruktur
jaringan yang berskala besar, system redundansi haruslah diterapkan.
Sehinggakalau terjadi kegagalan dalam satu jalur jaringan tidak akan
menyebabkan kegagalan jaringandalam waktu yang lama. Dalam jaringan multi
switch yang kompleks makaSpanning TreeProtocol (STP) haruslah di enable dan di
tuning secara manual. STP adalah suatu serviceyang memungkinkan
jaringanswitch-2 dan bridge-2 LAN anda terkoneksi satu sama lainsecara
redundant dengan suatu mekanisme yang bisa mencegah bridging loops. Bridging
loopitu paket data yang berputar-putar dalam jaringan nyari alamat sampai
kecapekan danakhirnya koid. Bridging loop ini bisa menyebabkan trafik jaringan
anda macet atau disebut broadcast storm. Masalah jaringan karena kegagalan
piranti jaringanSkala gangguan akibat dari kegagalan piranti jaringan juga bisa
bervariasi, dari hanya sebuahkomputer karena kegagalan NIC – lan card;
beberapa komputer karena kegagalan switch;atau bahkan berskala luas karena
kegagalan pada switch central yang menghubungkan jaringan server.
Untuk kegagalan lan card di
salah satu komputer bisa diganti dengan network card cadangan anda.Terus
bagaimana kalau kegagalan jaringan itu akibat kerusakan pada switch? Design
andamengenai redundansi jaringan akan sangat membantu dalam menyelamatkan
kegagalan jaringan anda. Kebutuhan load balancing dan redundansi haruslah
dikaji untuk setiapkebutuhan berdasarkan penggunaan link redundansi; piranti
router ; switch dan multhomedhost yang bersifat kritis. Tujuan dari system
redundansi ini dimaksudkan untuk menjaminketersediaan layanan dimana tidak ada
satupun titik rawan kegagalan.
3.Komponen-komponen informasi
·
Root of information, yaitu komponen inti dari informasi
berada pada tahap keluaran pertama sebuah proses pengolahan data yang biasanya
disampaikan oleh orang pertama.
·
Bar of information, yaitu merupakan badan/batang nya dari
informasi yang disajikan dan memerlukan informasi pendukung, agar informasi
inti dapat diketahui secara utuh. Contoh: headline surat kabar agar pembaca
jelas maka harus membaca informasi selanjutnya.
·
Brach of information, yaitu informasi dapat dipahami
apabila informasi sebelumnya telah dipahami. Misalnya ketika kita membaca
glosarium atau ketika membaca sebuah buku.
·
Stick of information, yaitu komponen informasi yang
sederhana daricabang informasi . bentuk dari informasi ini biasanya berbentuk
pengayaan pengetahuan, kedudukannya hanya sebagai pelengkap, terhadap informasi
yang ada.
·
Bad of information, yaitu komponen informasi yang
sifatnya semi mikro namun sangat dibutuhkan, sehingga diwaktu mendatang
informasi ini akan berkembang dan dicari orang, misalnya informasi tentang
mutiple intelhgence,hypoteaching, kurikulum masa depan, pembelajaran abad ke
21, dan lain-lain.
·
Leaf of information, yaitu merupakan informasi pelindung
untuk menjelaskan kondisi dan situasi ketika informasi itu muncul ke permukaan,
seperti informasi tentang pikiran cuaca, prakiraan kemarau panjang,
perkiraangempa atau gerhana bulan/matahari.
4.Pengolahan data informasi dan memecahkan permasalahan
tentang karakter dengan ict
Untuk memecahkan permasalahan dalam karakter dan komponen
ICT yang harus disiapkan untuk
menerapkan pembelajaran berbasis TIK yaitu
1)
Infrastruktur
2)
SDM dan
3)
Konten Aplikasi
1. Infrastruktur
Pengembangan infrastruktur ICT pada lingkungan
pendidikan di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1995, juga tumbuhnya ICT
Center disetiap kabupaten/kota sejak tahun
2000, namun terlihat semakin
pesat sejak tahun 2006 dengan
dikembangkannya Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas). Jejaring
pendidikan nasional adalah Wide
Area Network (WAN) yang
menghubungkan seluruh kantor
dinas pendidikan propinsi, kabupaten/kota,
sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Jejaring ini dibuat untuk memperlancar
dan mengoptimalkan arus komunikasi, data dan informasi antar pelaksana
pendidikan, sehingga data dan informasi menjadi lebih optimal, lancar,
transparan, efektif dan efisien.
Secara umum, Jardiknas dapat dibagi menjadi 3 zona, yaitu
:
a)
Zona Kantor Dinas Pendidikan / Institusi,
b)
Zona Perguruan Tinggi,
c)
Zona Sekolah
a) Zona Kantor Dinas Pendidikan / Institusi
Zona ini menghubungkan
kantor-kantor dinas pendidikan propinsi,
kabupaten/kota, PPPG, LPMP, Balai Bahasa, SKB dan institusi pendidikan lainnya.
Jaringan pada zona ini diprioritaskan untuk implementasi transaksi on line
Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pendidikan.
b) Zona Perguruan Tinggi (Inherent)
b) Zona Perguruan Tinggi (Inherent)
Zona ini menghubungkan perguruan tinggi yang ada
pada 33 propinsi, dan disebut juga dengan Inherent (Indonesia Higher Education
Network) Jaringan ini diprioritaskan
untuk pelaksanaan riset dan
pengembangan perguruan tinggi, sehingga menggunakan bandwidth yang cukup besar.
c) Zona Sekolah
Zona ini akan dikembangkan pada tahun 2007 dan
menghubungkan 6500 sekolah dengan menggunakan teknologi ADSL. Zona ini
dikembangkan dalam area yang terbatas oleh kemampuan layanan ADSL yang dapat
dicapai oleh PT Telkom
2. Sumber Daya Manusia
Pengembangan SDM juga dilakukan Depdiknas sejak
dilakukan sosialisasi tentang Internet pada
tahun 1999. Sejak saat
itu banyak pelatihan ICT,
antara lain: Pelatihan Internet,
SMK TI, Networking, Pelatihan
Multimedia, Ketrampilan kompter dan Pengelolaan Informasi, hingga
Java Education National Network, serta pelatihan Jardiknas. Selain
pelatihan, juga banyak
disiapkan pendidikan formal
untuk peningkatan kompetensi guru, diantaranya : S2 Magister TI
Terapan, D4 TI, S2 Game Teknologi , D3 TKJ dll.
Jardiknas adalah jejaring besar di Indonesia yang
diakui oleh Dewan ICT Nasional sebagai salah satu dari 7 Flagship ICT Nasional.
Untuk mendukung peran Jardiknas sebagai super highway bagi e-Learning dan
e-Administration Pendidikan Nasional, maka kebutuhan SDM yang cakap dan kreatif
dalam mengembangkan bahan-bahan ajar berbasis ICT dan memutakhirkan Data Pokok
Pendidikan dari titik-titik sekolah (SchoolNet) ke titik Pusat di Depdiknas
Jakarta. Untuk itulah Biro PKLN memandang penting diselenggarakannya
program Pelatihan Program berbasis ICT ini untuk
mengenalkan Jardiknas kepada Kepala,
Guru, Tata Usaha, dan
Pustakawan Sekolah/Madrasah yang diharapkan dapat memenuhi kapasitas content
e-Learning dan e-Administration serta kesinambungan
Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas).
3. Konten dan Aplikasi E-learning
a. Internet sebagai Media Pengajaran
Pemanfaatan internet
dalam dunia pengajaran akan
membantu dunia pengajaran meningkatkan kuantitas peserta didik.
Akan semakin banyak peserta didik yang dapat direngkuh melalui internet. Selain
peningkatan kuantitas, hal yang sama pun berlaku pada sisi kualitas. Seperti
disinggung diatas, peningkatan kuantitas peserta didik dapat mendegradasi
kualitas pengajaran yang diperolehnya. Pengadaan
teknologi internet, dapat menjadi
salah satu antisipator terhadap kemungkinan
tersebut.
Teknologi internet mengemuka sebagai media yang
multirupa. Komunikasi melalui internet bisa dilakukan secara interpersonal (misalnya
e-mail dan chatting) atau secara massa, dikenal one to
many communition (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir
secara real time audio visual seperti pada metode konvensional
dengan adanya aplikasi teleconference.
Berdasarkan hal tersebut maka internet sebagai media
pengajaran mampu mengadakan karakteristik yang khas, yaitu
(1) sebagai media interpersonal dan massa; (2) bersifat interaktif; (3)
memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun ansinkron
(tunda). Karakteristik ini
memungkinkan peserta didik melakukan
komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas jika dibandingkan dengan hanya
menggunakan media konfensional.
TI menunjang peserta didik yang mengalami
keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap bisa menikmati pengajaran.
Metode talk and chalk, nyantri, usrah dapat dimodifikasi
dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, (mailing list). Metode ini mampu
menghilangkan gap antara pakar dan peserta didiknya. Suasana yang hangat
dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif
seperti peda metode usrah.
Berdasarkan uraian
diatas, bisa dikatakan bahwa
internet bukanlah pengganti sistim pengajaran. Kehadiran
internet lebih bersifat suprementer dan pelengkap. Metode konvensional
tetap diperlukan, hanya saja bisa dimodifikasi kebentuk
lain. Metode talk and chalk
mengalami modifikasi menjadi online
conference. Metode nyantri dan
usrah mengalami modifikasi
menjadi diskusi melalui mailling list.
b. Web Portal Belajar dan Distance
Learning
Tahap awal pemanfaatan internet dalam pengajaran
berbentuk model Web Portal Belajar. Model ini menggunakan internet sebagai
penunjang peningkatan kegiatan belajar mengajar dikelas. Jadi,
peningkatan kualitas pengajaran masih sangat mengutamakan tatap muka dikelas.
Model Web Portal Belajar menjadikan internet sebagai penyedia
sumber belajar yang bisa diakses secara online. Internet juga menjadi sarana
bagi peserta didik untuk meningkatkan komunikasi, baik sesama peserta
didik, peserta didik dengan pengajar, atau peserta didik dengan
kelompok lain diluar institusi
sekolah. Model ini meningkatkatkan
kualitas pengajaran yang diberikan diruang kelas karena terdapat pengayaan
materi, baik yang berasal dari kegiatan tatap muka dikelas maupun yang ada di
internet. Apabila pihak institusi pengajaran telah mampu menerapkan model
Web Portal Belajar maka institusi bisa mengembangkan ke tahap selanjutnya
yang disebut pembelajaran jarak jauh / distance learning, pengajar dan peserta
didik terpisah oleh waktu dan ruang.Walau demikian, diskusi masih bisa
dilaksanakan, baik secara sinkron
maupun asinkron. Seluruh kegiatan
pengajaran dilakukan melalui internet sehingga kegiatan tatap
muka secara fisik tidak diperlukan. Dalam distance learning, internet
bukan hanya berperan sebagai pendukung kegiatan pengajaran,melainkan juga
faktor utama yang menentukan jalannya pengajaran. Bagaimana tidak ? Tanpa
koneksi internet maka pengajaran tidak akan dapat berjalan.
c. Aplikasi Internet untuk eLearning
Internet menyediakan banyak kemudahan bagi dunia
pengajaran. Sebenarnya, suatu institusi yang akan mengadakan pengajaran
online tidak perlu susah-susah membangun perangkat lunak untuk e-learning yang
dibutuhkannya. Telah tersedia berbagai pilihan aplikasi yang bisa dimanfaatkan
demi memperlancar jalannya proses pengajaran. Pilihan aplikasi yang tersedia
sangat beragam, mulai yang gratis (di bawah open source project) hingga
komersial (dibawah vendor tertentu). Ketika memutuskan utuk menerapkan distance
learning, yang harus dilakukan pertama kali
adalah memahami model CAL+CAT
(Computer Assisted Learning+Computer
Assisted Teaching) yang akan
diterapkan. Beberapa model CAL+CAT, diantaranya adalah
:
1. Learning Management System
(LMS)
LMS merupakan kendaraan utama dalam proses
pengajaran dan pembelajaran. Kumpulan perangkat lunak yang ada didesain
untuk pengaturan pada tingkat individu, ruang kuliah, dan institusi. Karakter
utama LMS adalah pengguna yang merupakan pengajar dan peserta didik, dan
keduanya harus terkoneksi dengan internet untuk menggunakan aplikasi ini.
2. Computer Based Training (CBT) / Course
Authoting Package (CAP). CBT adalah perangkat lunak online untuk proses
pembelajaran secara local pada masing-masing computer peserta didik. Perangkat
lunak ini juga bisa diterapkan secara online. Kebanyakan pengguna
menggunakannya secara offline karena faktor bandwith yang dibutuhkan CBT
untuk memproses large video. CAP adalah perangkat lunak untuk
mengembangkan lunak CBT.
3. Virtual Laboratory
ViLAB adalah
lingkungan dimana peserta didik
dapat memperoleh pengalaman praktis
secara maya/virtual . ViLAB umumnya dipasang secara
offline pada masing-masing komputer peserta didik, namun sat ini sudah banyak
aplikasi online.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar